2. Mempersiapkan Videotron dengan Multi Layer
Kemudian dalam videotron auditorium biasanya memerlukan multi layer atau memiliki tampilan screen lebih dari satu. Nantinya Anda bisa mengatakan kepada vendor mengenai kebutuhan layer. Kemudian vendor akan memberikan solusi mengenai hal tersebut agar tidak terjadi kesalahan multi layer.
Kemudian dalam multi layer tersebut ketika ingin menampilkan gambar yang berbeda pada satu layar, maka memerlukan video processor. Video processor sendiri merupakan sebuah device yang berfungsi untuk mengatur input dan output gambar atau konten pada layar.
Maksud dari input merupakan sejumlah sumber yang berbentuk device dan nantinya akan muncul pada layar videotron auditorium. Lalu untuk jenis input videotron bisa beberapa device, yakni:
- Laptop
- DVD Player
- CPU
- Android Box
- Apple TV
- Console game
- TV cable decoder
Maksud dari output merupakan beberapa port yang akan berfungsi untuk meneruskan ke layar. Kemudian port yang tersedia biasanya yaitu HDMI atau DVI.
a. Fungsi & Feature Video Processor
Pada video processor ini memiliki beberapa fitur untuk keperluan videotron auditorium, yaitu sebagai berikut:
- Scaling, merupakan fungsi untuk mengatur resolusi gambar supaya bisa pas di layar LED videotron.
- Manage Color & Brightness, merupakan fungsi untuk mengatur warna dan kecerahan. Namun, fungsi ini ada di settingan controller karena perlu konfigurasi ulang pengaturan warna dan kecerahan LED videotron. Akan tetapi, video processor dan controller tetap saling terintegrasi.
- Switching, merupakan fungsi untuk memilih atau mengganti input mana saja yang ingin terlihat di layar.
- Splicing, merupakan fungsi untuk menggabungkan beberapa video processor untuk memenuhi kebutuhan layar dengan resolusi yang besar.
- Layering / PIP, merupakan fungsi untuk membagi input yang berbeda dalam 1 layar LED videotron.
- Template / Preset, merupakan fungsi untuk men-setting susunan layar LED secara otomatis agar bisa menyimpan dan menampilkan template dengan fitur load template.
b. Waktu Penggunaan Video Processor
Dalam kasus video processor, terdapat kondisi tertentu ketika ingin menggunakannya, yaitu:
- Terdapat kebutuhan PIP.
- Terdapat jumlah input yang lebih dari 1.
- Adanya resolusi layar videotron yang besar.
Sebagai contohnya, ketika terdapat 4 buah CPU atau komputer yang akan terlihat pada 1 layar videotron. Sehingga dengan adanya permintaan lebih dari 1 input media player, maka perlu menggunakan video processor.
3. Mempersiapkan Live Camera Videotron Auditorium
Anda juga perlu memperhatikan kebutuhan live camera dengan menghitung jumlahnya dengan pasti. Kemudian jumlah live camera tersebut harus sesuai dengan slot input layar.
Selain jumlahnya, perlu juga memperhitungkan jarak kamera dengan ruang kendali. Ketika nanti Anda menggunakan kamera dengan kabel jenis Serial Digital Interface (SDI), maka jaraknya hanya 300 meter.
4. Mempersiapkan Wireless Presentation
Wireless presentation merupakan teknologi yang berguna untuk melakukan presentasi dengan memproyeksikannya ke layar tanpa menggunakan kabel atau konektor. Sehingga file presentasi yang ada di laptop atau handphone dapat diproyeksikan dengan mudah.
5. Mempersiapkan Video Mixer
Sebelumnya terdapat video processor, tapi ada lagi yang namanya video mixer. Video mixer merupakan alat untuk mengatur konten-konten yang akan muncul di videotron auditorium. Lebih lanjut, alat video mixer tersebut memiliki dua jenis, yakni software dan console.
Ketika menggunakan video mixer console, Anda dapat membuat efek dan transisi dari satu konten ke konten lainnya dengan optimal. Jika menggunakan jenis software, maka membutuhkan satu komputer sebagai server dan cara mengoperasikannya cukup dengan mouse.
6. Melakukan Konfigurasi Videotron
Ketika sudah terpasang semua alat pendukung, maka Anda perlu melakukan konfigurasi panel videotron indoor dengan tepat. Konfigurasi videotron merupakan proses mengkoneksikan setiap panel LED agar dapat menampilkan konten secara satu kesatuan atau bersamaan dengan baik.
Kenapa Harus Melakukan Konfigurasi Videotron?
Mengonfigurasi videotron auditorium sangatlah penting sebelum menggunakannya. Nantinya dengan konfigurasi ini akan menyatukan panel-panel LED, sehingga bisa menjadi satu kesatuan layar yang utuh berukuran besar.
Ketika tidak melakukan konfigurasi pada panel videotron, maka hasil gambarnya tidak akan tersusun dengan baik atau gambar satu dengan lainnya tidak akan menyatu. Sehingga, jika belum melakukan konfigurasi pada layar, maka videotron belum bisa Anda gunakan.
Waktu Melakukan Konfigurasi Videotron Auditorium
Adapun beberapa kondisi yang harus Anda lakukan untuk melakukan konfigurasi, yaitu:
- Ketika terdapat pergantian receiving card.
- Ketika terdapat pergantian sending card.
- Saat kondisi initial setting.
- Saat muncul file konfigurasi yang error atau rusak.
Akan tetapi, terdapat kondisi lain yang timbul untuk melakukan konfigurasi layar seperti jangka waktu pemakaian cukup lama. Dari waktu pemakaian yang lama tersebut, bisa saja terjadi kerusakan pada receiving card pada panel LED.
Device/Software Konfigurasi Videotron
Ketika Anda ingin melakukan konfigurasi videotron auditorium, harus menggunakan software atau aplikasi pendukung. Nantinya software tersebut akan menyesuaikan dengan receiving atau sending card-nya.
Misalnya menggunakan receiving atau sending card dari Novastar, maka software-nya yaitu Nova Mars LCT. Adapun receiving atau sending card dari Colorlight, maka software-nya LED Vision.