Interactive flat panel dan proyektor merupakan alat yang sangat berguna dalam kegiatan pembelajaran dan kolaborasi. Namun, keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Berikut adalah perbandingan antara proyektor dan interactive flat panel yang bisa Anda lihat dari perangkat dan fungsinya.
Projector VS Interactive Flat Panel
Sebagai alat pengatur tampilan visual presentasi, proyektor vs interactive flat panel memiliki perbedaan yang signifikan dalam fungsionalitas dan kolaborasi penggunanya. Berikut perbandingannya.
1. Desain
Perbedaan pertama dari proyektor vs interactive flat panel yang bisa Anda lihat secara langsung adalah desainnya. Proyektor terdiri dari viewer atau layar tampilan dan lensa yang berfungsi untuk memproyeksikan gambar.
Viewer berfungsi sebagai layar untuk menampilkan konten yang diproyeksikan menggunakan proyektor, sedangkan proyektor akan menjadi sumber konten yang ditampilkan pada viewer.
Sementara itu, komponen interactive flat panel ini terdiri dari layar tampilan, komputer internal, dan biasanya memiliki remot kontrol jarak jauh. Dalam banyak hal, interactive flat panel juga hampir sama dengan tablet, hanya saja ukurannya lebih besar.
2. Stylus
Dalam dunia komputasi, stylus adalah instrumen berbentuk pena kecil yang digunakan untuk memasukkan perintah ke layar komputer, perangkat seluler, atau tablet grafis.
Berbeda dengan proyektor, interactive flat panel lebih simple karena tidak selalu memerlukan stylus untuk menulis pada gambar tampilan. Hal ini karena mereka dapat merespons sentuhan ujung jari atau sentuhan telapak tangan.
Penggunaan stylus pada interactive flat panel biasanya hanya digunakan untuk mendapatkan pengalaman menulis yang alami, seperti halnya penggunaan spidol pada papan tulis tradisional.
3. Perangkat Input
Perbedaan selanjutnya dari proyektor vs interactive flat panel yaitu pada perangkat inputnya. Salah satu keuntungan besar dari interactive flat panel adalah tidak bergantung pada perangkat input seperti laptop, PC, atau tablet lainnya.
Ketika Anda membutuhkan sumber tambahan, Anda bisa menghubungkan interactive flat panel ke port USB. Anda juga bisa mengunggah dokumen dengan mudah melalui USB memory stick.
Hal ini berbeda dengan proyektor yang masih membutuhkan perangkat input untuk menampilkan tampilan yang interaktif.
4. Fleksibilitas
Interactive flat panel memiliki komputer internal dan tidak memerlukan koneksi ke perangkat lain, sehingga Anda bisa mengatur dan menggunakannya dengan lebih mudah.
Tampilan antarmuka dari interactive flat panel juga lebih friendly dan intuitif bagi pengguna, seperti karyawan perusahaan atau guru dan siswa di sekolah.
5. Kebisingan Operasional
Perbedaan lain dari proyektor vs interactive flat panel adalah pada tingkat kebisingan suaranya. Interactive flat panel memiliki tingkat kebisingan yang lebih rendah atau lebih tenang daripada proyektor yang masih bergantung pada fungsi kipas.
Meskipun tingkat kebisingan kipas pada proyektor mungkin tidak berlebihan, namun hal itu bisa mengganggu kenyamanan siswa yang sensitif terhadap kebisingan.
Selain itu, tingkat kebisingan proyektor juga bisa menyebabkan gangguan pada suara guru selama pelajaran yang mengakibatkan kurangnya konsentrasi selama presentasi.
6. Kualitas Gambar
Salah satu kelemahan terbesar dari proyektor adalah kualitas gambarnya. Interactive flat panel menawarkan gambar yang lebih tajam, berwarna, dan memiliki resolusi tinggi jika dibandingkan dengan proyektor.
Gambar yang dihasilkan oleh proyektor biasanya cenderung kurang cerah jika dibandingkan dengan tampilan LCD/LED. Kualitas gambar yang redup dapat menyebabkan ketegangan pada mata penonton.
Tingkat kecerahan dan kualitas gambar dari proyektor juga cenderung berkurang seiring waktu. Sementara itu, kecerahan gambar pada interactive flat panel tidak akan memudar.
7. Pemeliharaan
Perbedaan selanjutnya dari proyektor vs interactive flat panel adalah dari segi pemeliharaannya. Proyektor memiliki komponen lampu yang membutuhkan penggantian secara berkala. Hal ini membuat biaya pemeliharaan proyektor menjadi lebih mahal daripada interactive flat panel.
Sementara itu, interactive flat panel tidak membutuhkan penggantian lampu atau elemen lainnya, sehingga membuatnya lebih terjangkau dari segi pemeliharaannya.