Dalam merencanakan sebuah event, memilih jenis panggung yang tepat menjadi tugas paling penting. Pasalnya, setiap panggung memiliki jenis, fungsi, ukuran, serta karakteristik yang berbeda, sehingga berpotensi memengaruhi kelancaran acara yang berlangsung.
Di sisi lain, setiap event pasti mempunyai kebutuhan yang berbeda-beda. Ada yang membutuhkan panggung sederhana untuk acara formal, ada pula yang membutuhkan panggung berukuran besar karena memiliki jumlah penonton yang banyak. Karena itu, jika merencanakan event dalam waktu dekat, pahami pembahasan ini!
Pengertian Panggung Event dan Fungsinya
Secara sederhana, panggung adalah area khusus yang digunakan sebagai pusat kegiatan utama, baik untuk pertunjukan, presentasi, seminar, peluncuran produk, maupun event lainnya.
Dalam konteks event modern, fungsi panggung tidak hanya sebagai tempat tampil bagi pengisi acara. Sebab, panggung juga berperan dalam mengatur fokus audiens, mendukung kebutuhan teknis, serta membantu menciptakan pengalaman acara yang lebih menarik dan profesional.
Jenis Panggung berdasarkan Bentuk dan Konfigurasi
Berbicara mengenai panggung, berikut beberapa jenisnya yang wajib Anda ketahui sebelum melangsungkan event.
1. Panggung Proscenium / Pigura

Panggung proscenium atau panggung pigura merupakan panggung yang bentuknya mirip bingkai besar layaknya jendela. Bentuknya klasik dan umum digunakan di dunia teater, seluruh penonton nantinya akan menyaksikan pertunjukkan dari satu arah saja.
Selain itu, desain panggung ini juga memungkinkan pengelola acara untuk mengatur tata kelola panggung, pencahayaan, serta visual secara terkontrol. Sehingga, fokus audiens tetap tertuju pada area pertunjukkan.
Salah satu keunggulan panggung proscenium adalah kemampuannya menyembunyikan proses pergantian set melalui penggunaan tirai, sehingga jalannya acara terlihat lebih rapi dan profesional. Namun, interaksi antara pengisi acara dan penonton cenderung lebih terbatas.
Panggung ini ideal digunakan untuk drama musikal, pertunjukan teater, konser orkestra, hingga acara penghargaan. Kemudian, untuk mendukung pengalaman visual yang optimal, videotron biasanya ditempatkan sebagai backdrop utama di belakang panggung atau pada sisi kanan dan kiri panggung.
Rekomendasi videotron yang bisa dipertimbangkan adalah pixel pitch P2.5 hingga P3.9. Sementara itu, kebutuhan produksi umumnya mencakup sound system line array, rigging untuk pemasangan lighting, serta spotlight dan moving head guna memperkuat tampilan pertunjukan.
2. Panggung Arena

Kemudian ada panggung arena, yakni panggung yang menempatkan seluruh area pertunjukkan di bagian tengah, sementara penonton mengelilinginya dari berbagai sisi. Konfigurasi ini membuat semua penampilan dapat terlihat dari semua arah, sehingga interaksi dengan audiens terasa lebih dekat dan personal.
Adapun keunggulan jenis panggung ini adalah kemampuannya dalam menciptakan kedekatan emosional antara penampil dan penonton. Namun, karena audiens ada di sekeliling panggung, pengaturan dekorasi, properti, dan elemen visual perlu perhatian lebih agar tidak menghalangi pandangan penonton.
Jenis panggung arena sering digunakan untuk acara seperti gathering, konser musik, hingga peluncuran produk. Dari sisi visual, penempatan videotron umumnya menggunakan LED fleksibel yang dipasang melingkar atau menggantung di atas area pertunjukan dengan pixel pitch P2.5 hingga P3.9 untuk tampilan visual yang tajam.
3. Panggung Thrust

Berikutnya ada panggung thrust, kombinasi antara panggung proscenium dan arena. Desainnya memiliki satu bagian yang menjorok ke arah penonton seperti ‘”lidah”, sehingga audiens bisa menyaksikan pertunjukkan dari tiga sisi sekaligus.
Konsep ini cukup ideal untuk menciptakan interaksi antara performer dan penonton tanpa menghilangkan fokus pada panggung utama. Keunggulan thrust terletak pada kemampuannya dalam menciptakan pengalaman yang lebih dinamis juga interaktif.
Namun, agar tidak mengganggu konsep utama dan jalannya event, penataan dekorasi, desain, videotron, bahkan titik-titik pertunjukkan harus diperhatikan secara detail. Idealnya, panggung ini cocok untuk konser musik, fashion show, festival kampus, hingga pertunjukkan berskala besar.
Untuk kebutuhan videotron, konfigurasi yang digunakan biasanya menyesuaikan skala acara. Pada event besar, videotron utama dapat ditempatkan sebagai backdrop panggung, kemudian didukung layar tambahan di sisi kanan dan kiri panggung agar seluruh audiens tetap dapat menikmati visual dengan jelas.
Pada penggunaan indoor, pixel pitch P2.5 hingga P3.9 umumnya direkomendasikan karena mampu menghasilkan gambar yang tajam meski dilihat dari berbagai sudut pandang.

