Dalam penerapan videotron modern, penggunaan all in one controller semakin populer karena dapat menyederhanakan proses pemasangan dan pengoperasian sistem LED display. Sebuah teknologi yang menjadi opsi menarik bagi para penyedia event dan perusahaan yang memerlukan solusi praktis tanpa harus mengorbankan performa.
Akan tetapi, di sisi lain, masih banyak proyek yang cenderung mengandalkan video processor terpisah karena mempunyai fleksibilitas serta skalabilitas lebih tinggi. Maka dari itu, memahami apa saja yang membedakan keduanya sangat penting sebelum Anda memilih mana perangkat yang paling sesuai dengan kebutuhan.
Apa Itu All in One Controller dan Video Processor Terpisah?
Secara sederhana, all in one controller display adalah perangkat yang menggabungkan beberapa fungsi di satu unit. Di dalamnya terdapat sending card, video processor, dan fitur kontrol yang umumnya memerlukan beberapa perangkat berbeda.
Sementara video processor terpisah memakai arsitektur modular. Maksudnya, fungsi pemrosesan video serta fungsi pengiriman data ke LED display berada di perangkat yang berbeda, yang membuatnya bisa dikombinasikan sesuai dengan kebutuhan proyek.
Jika dianalogikan, setup all in one seperti komputer yang semua komponennya telah menyatu. Sementara video processor terpisah lebih mirip dengan PC rakitan yang setiap komponennya bisa Anda pilih serta tingkatkan secara independen.
Arsitektur ini memberi dampak secara langsung terhadap proses pemasangan, biaya, dan fleksibilitas pengembangan sistem di masa mendatang. Bukan hanya itu, penggunaan all in one controller LED display juga dapat mengurangi kompleksitas pengaturan karena mayoritas pengaturan sudah terintegrasi di satu perangkat.
Perbedaan Arsitektur All in One Controller dan Sistem Terpisah
Perbedaan mendasar di antara keduanya ada pada desain sistemnya. Berikut penjelasan tentang perbedaannya.
1. All in One Controller
Pada sistem ini, proses scaling, input video, switching, sampai pengiriman data ke LED display dijalankan oleh satu perangkat.
- Kabel lebih sederhana
- Jumlah perangkat lebih sedikit
- Pemasangan lebih cepat
- Risiko kesalahan koneksi cenderung lebih kecil
Teknisi juga tidak harus melakukan sinkronisasi banyak perangkat. Ini karena sebagian besar fungsi sudah ada di satu sistem.
2. Video Processor Terpisah
Di dalam sistem modular, video processor akan bekerja secara independen dari controller atau sending card. Selanjutnya, hasil pemrosesan video diteruskan menuju perangkat pengiriman data sebelum nanti ditampilkan pada LED display.
- Lebih mudah saat melakukan upgrade
- Komponen bisa diganti secara individual
- Bisa menangani pengaturan yang kompleks
- Cocok untuk sistem berskala besar
Karena keuntungannya, banyak proyek permanen memanfaatkan pendekatan modular daripada sistem all in one.