Meski terlihat sederhana, cara pasang digital signage bukan asal menempelkan layar di dinding. Sebab, terdapat berbagai komponen dan elemen penting, seperti pemilihan lokasi strategis, konektivitas yang stabil, dan konfigurasi sistem agar berfungsi optimal. Lantas, bagaimana cara memasang digital signage?
Alat yang Diperlukan untuk Memasang Digital Signage
Sebelum masuk ke cara pasang digital signage, Anda perlu menyiapkan alat yang dibutuhkan. Sebab, proses instalasi akan lebih mudah dan hasilnya lebih stabil serta aman, apabila alat yang Anda gunakan tepat. Berikut alat-alat yang wajib dimiliki sebelum proses instalasi digital signage:
- Bor Listrik dan Mata Bor: Diperlukan untuk memasang bracket ke dinding atau langit-langit. Untuk beton atau bata, pakai mata bor khusus (masonry bits).
- Mounting Hardware: Sesuaikan jenis dan ukuran digital signage dengan dudukan yang tepat.
- Obeng: Sediakan obeng plus dan minus untuk mengencangkan sekrup atau menyetel posisi layar.
- Perlengkapan Keselamatan: Gunakan kacamata pelindung untuk menghindari debu atau serpihan, sarung tangan, serta sepatu safety agar terhindar dari cedera akibat alat jatuh.
- Perlengkapan Manajemen Kabel: Gunakan kabel ties, klip, trunking, atau pipa conduit agar kabel tertata rapi dan tidak berantakan.
- Stud Finder: Jika pemasangan di dinding, alat ini membantu menemukan rangka kayu di balik drywall sebagai titik tumpu yang kuat.
- Tangga: Wajib ada jika pemasangan dilakukan di tempat tinggi.
- Waterpass (Level): Untuk memastikan layar terpasang lurus. Sedikit kemiringan saja bisa terlihat jelas, terutama pada layar besar.
Selain itu, terdapat komponen/hardware utama yang harus ada dalam pemasangan digital signage, antara lain
1. Layar Digital
Media utama untuk menampilkan konten, bisa berupa layar LCD, LED, atau proyektor. Pilih sesuai kebutuhan dan kondisi lingkungan pemasangan.
2. Digital Signage Player
Perangkat yang menjalankan konten dan menghubungkannya ke layar. Berfungsi sebagai pengolah tampilan dari sistem manajemen konten (CMS).
3. Jaringan Internet
Untuk menghubungkan digital signage player dengan CMS, memungkinkan pembaruan dan pengaturan konten dari jarak jauh.
4. Server Pusat
Sebagai cara setting digital signage dalam mendesain konten, menjadwalkan tayangan, serta mengelola pengaturan sistem digital signage.
5. Sistem Jaringan
Menghubungkan server dengan digital signage player, agar komunikasi data berjalan lancar.
6. Display Panel Profesional
Layar khusus yang dirancang untuk beroperasi 24 jam non-stop, dengan daya tahan tinggi.
Cara Pasang Digital Signage
Pertama-tama. jangan lupa untuk mempersiapkan alat-alat yang sudah disebutkan sebelumnya terlebih dahulu. Berikut adalah instalasi digital signage tutorial yang bisa Anda ikuti:
1. Rencanakan Lokasi Pemasangan
Pastikan digital signage ditempatkan di area yang mudah terlihat, tidak menghalangi lalu lintas, dan dekat dengan sumber daya listrik serta jaringan internet. Selain itu, lakukan survei lokasi untuk mengecek ketersediaan daya, koneksi internet, serta faktor lingkungan seperti pencahayaan dan suhu.
Tentukan ukuran layar dan kebutuhan tambahan, seperti dukungan struktural. Anda juga perlu mendapatkan izin dari pihak berwenang, jika pemasangan dilakukan di area publik atau properti komersial, seperti mal dan gedung perkantoran.
2. Memasang Layar
Cara pasang digital signage berikutnya adalah menentukan pemasangan layar. Jadi, tentukan titik pemasangan dan gunakan stud finder untuk menemukan titik tumpu yang kuat. Tandai posisi sekrup, pastikan sejajar dengan waterpass, lalu bor dan pasang bracket sesuai jenis layar.
Gunakan VESA mount untuk layar LED/LCD atau rangka baja untuk billboard outdoor, agar tahan cuaca. Selain itu, Anda perlu memperhatikan pemasangan kokoh dan layar tidak goyah. Gunakan alat yang tepat, agar layar tetap lurus dan stabil, demi tampilan yang optimal.
3. Menyiapkan Tampilan Signage Digital
Pasang layar pada bracket dengan aman, sesuai petunjuk pabrikan. Sambungkan digital signage player ke layar menggunakan kabel HDMI atau VGA yang sesuai.
Pastikan sumber daya listrik tersedia, lalu nyalakan perangkat untuk mengecek koneksi. Akses perangkat lunak digital signage, atur konfigurasi jaringan, dan jadwalkan pemutaran konten.
4. Menghubungkan Display Digital Signage
Cara pasang digital signage selanjutnya adalah menghubungkan display-nya. Sambungkan layar ke sumber listrik dan digital signage player, baik itu perangkat mandiri, PC, atau sistem berbasis cloud. Jika terhubung ke jaringan, pastikan koneksi stabil.
Gunakan kabel HDMI untuk kualitas gambar dan suara terbaik, atau VGA jika diperlukan. Jika memakai Smart TV, biasanya media player sudah terintegrasi.
5. Mengonfigurasi pemutar media
Hubungkan media player ke internet menggunakan Ethernet, Wi-Fi, atau jaringan seluler. Ethernet lebih stabil dan cocok untuk streaming konten HD. Masukkan pengaturan jaringan seperti IP address, subnet mask, dan gateway jika diperlukan.
Gunakan antarmuka konfigurasi bawaan yang biasanya bisa diakses melalui browser atau aplikasi khusus, untuk menyelesaikan pengaturan dengan mudah.
6. Cek Kembali dan Uji Digital Signage
Cara pasang digital signage terakhir adalah mengecek dan menguji layar yang telah terpasang. Periksa kembali semua kabel daya dan jaringan sebelum menjalankan perangkat lunak. Pilih layar komersial untuk penggunaan luar ruangan, karena memiliki tingkat kecerahan tinggi (2.500 nits atau lebih) dan tahan cuaca.
Sesuaikan jenis layar dengan durasi operasional. Pasalnya, TV tidak dirancang untuk pemakaian panjang, sementara layar komersial bisa bertahan lebih lama dengan garansi 3-5 tahun. Uji tampilan, pastikan konten berjalan lancar, dan sistem merespons perintah dengan baik.
Rekomendasi Digital Signage
Sekarang Anda sudah tahu cara pasang digital signage. Jadi, jika Anda membutuhkan digital signage, Central LED menyediakan 2 pilihan, seperti berikut:
1. Digital Signage Hisense 24/7
Hisense Digital Signage 24/7 bisa Anda gunakan untuk kebutuhan komersial dengan layar beresolusi 4K (3840×2160 px) dan tingkat kecerahan 500 nits. Tersedia dalam ukuran 32 hingga 100 inci, perangkat ini menjalankan OS Android 11 dengan RAM 3 GB dan penyimpanan 32 GB.
Digital Signage Hisense 24/7 cocok untuk tampilan interaktif dan penggunaan nonstop di lingkungan bisnis dan ritel.
2. Digital Signage Hisense 18/7
Hisense Digital Signage 18/7 dipakai untuk bisnis dan ritel, dengan layar beresolusi 4K (3840×2160 px) dan kecerahan 500 nits. Digital hisense ini tersedia dalam ukuran 43 hingga 86 inci.
Perangkat ini menjalankan OS Android 11, didukung RAM 3 GB dan penyimpanan 32 GB. Selain itu, digital signage hisense 18/7 bagus untuk penggunaan hingga 18 jam per hari, dengan tampilan interaktif dan performa andal.
Sudah Tahu Cara Pasang Digital Signage?
Memasang digital signage dengan baik bisa membuat tampilan konten yang menarik perhatian audiens, dan meningkatkan efektivitas komunikasi visual. Oleh karena itu, jika Anda membutuhkan tampilan yang menarik untuk promosi atau informasi, Central LED memiliki produk yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan Anda.
Selain itu, Central LED menghadirkan berbagai pilihan digital signage yang dapat digunakan di berbagai sektor, mulai dari retail, perkantoran, hingga acara besar. Central LED juga didukung oleh teknisi berpengalaman yang siap membantu proses instalasi hingga konfigurasi, sehingga memastikan digital signage bekerja optimal.
Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut tentang manfaat digital signage atau mencari solusi terbaik untuk digital signage retail, Central LED siap memberikan konsultasi. Hubungi Central LED melalui WhatsApp untuk mendapatkan solusi digital signage terbaik sesuai kebutuhan Anda!
FAQ
Apa yang dimaksud dengan digital signage?
Digital signage adalah teknologi modern yang digunakan untuk menampilkan informasi atau pesan melalui layar elektronik di berbagai lokasi, seperti pusat perbelanjaan, bandara, restoran, hingga ruang publik. Media yang digunakan bisa berupa layar LCD, monitor, panel LED, atau proyektor.
Apa saja fungsi signage?
Selain sebagai media penyampaian informasi, signage juga berfungsi sebagai elemen dekoratif untuk mempercantik suatu tempat. Beragam contoh signage & wayfinding dapat diterapkan dengan desain visual yang menarik dan mudah dikelola.
Apa Alat yang Diperlukan untuk Memasang Digital Signage?
- Bor listrik dan mata bor
- Mounting hardware
- Obeng
- Perlengkapan keselamatan
- Perlengkapan manajemen kabel
- Stud finder
- Tangga
- Waterpass (level)
Bagaimana Cara Mengatur Digital Signage?
- Rencanakan lokasi pemasangan
- Memasang layar
- Menyiapkan tampilan signage digital
- Menghubungkan display digital signage
- Mengonfigurasi pemutar media
- Cek kembali dan uji digital signage