Memahami DIP vs SMD vs COB ibarat memilih perlengkapan yang tepat sesuai kebutuhan tampilan. Setiap teknologi LED berkembang sejak era awal DIP pada 1962 hingga hadirnya SMD dan COB yang lebih modern. Namun, apa perbedaan dari ketiga teknologi tersebut? Simak pembahasan berikut untuk mengetahuinya!
Apa Itu DIP, SMD, dan COB dalam Videotron?
Sebelum membahas perbedaannya, Anda mungkin belum terlalu mengenal arti ketiga teknologi ini. Maka dari itu, Anda bisa menyimak pengertian ketiganya di bawah ini.
1. DIP (Dual In-line Package)

DIP dikenal sebagai teknologi paling lama. Bentuknya menyerupai lampu kecil dengan dua kaki yang ditanam ke papan PCB. Setiap warna (merah, hijau, dan biru) berdiri sendiri sebagai titik cahaya yang bisa terlihat oleh mata.
Ukuran LED yang besar membuat jarak antar piksel juga lebih renggang. Hal tersebut berdampak langsung pada tampilan yang terlihat kurang halus jika dilihat dari dekat. Namun, keunggulan utama DIP ada pada tingkat kecerahannya yang sangat tinggi. Bahkan, dalam kondisi sinar matahari langsung, tampilannya tetap terlihat jelas.
Selain itu, daya tahannya juga kuat. DIP mampu menghadapi hujan, panas, hingga debu tanpa penurunan performa yang signifikan. Karena itu, teknologi ini sering digunakan untuk billboard besar, stadion, atau modul videotron outdoor dengan jarak pandang jauh.
2. SMD (Surface Mounted Device)

Masih dalam bahasan DIP vs SMD vs COB, SMD menjadi teknologi yang paling sering ditemui saat ini. Berbeda dengan DIP, SMD menggabungkan tiga warna dalam satu chip kecil yang ditempel langsung di permukaan papan sirkuit.
Ukuran yang jauh lebih kecil membuat jarak antar piksel lebih rapat. Hasilnya, tampilan layar terlihat lebih halus dan detail. Warna yang dihasilkan juga lebih menyatu karena proses pencampuran terjadi dalam satu titik, bukan terpisah seperti DIP.
SMD banyak digunakan pada videotron indoor, seperti di pusat perbelanjaan, ruang konferensi, hingga panggung acara. Selain karena kualitas visualnya, sudut pandangnya juga lebih luas sehingga gambar tetap jelas meskipun dilihat dari samping.
3. COB (Chip on Board)

Teknologi terbaru dalam perbandingan ini adalah COB. Pada teknologi ini, chip LED langsung ditempel ke papan tanpa kemasan tambahan. Hasilnya, banyak chip bisa menyatu dalam satu area dan membentuk permukaan cahaya yang lebih solid.
Karakter ini membuat cahaya yang dihasilkan terasa lebih rata dan tidak menimbulkan efek titik-titik seperti pada SMD atau DIP. Selain itu, lapisan pelindung yang menutup chip membuatnya lebih tahan terhadap debu, air, dan benturan.
Penggunaan videotron COB biasanya ditemukan pada kebutuhan tampilan kelas atas yang mengutamakan detail tinggi dan kenyamanan visual, terutama untuk jarak pandang dekat.