Dalam event besar maupun kecil, kapasitas genset untuk videotron sangat memengaruhi apakah layar dapat tampil stabil atau justru mengalami gangguan daya. Banyak masalah biasanya muncul karena perhitungan kVA dan kW tidak sesuai kebutuhan beban nyata di lapangan.
Dengan kata lain, Anda perlu memahami dasar kapasitas listrik dan cara menghitungnya agar videotron bisa bekerja lancar sepanjang acara. Lantas, bagaimana cara hitungnya? Simak selengkapnya di sini!
Apa Itu Kapasitas Genset untuk Videotron?
Ketika menyewa, Anda wajib memperhitungkan kapasitas genset untuk videotron supaya layar bisa menyala normal tanpa gangguan. Kapasitas genset sendiri berarti batas maksimal energi listrik yang bisa genset hasilkan dalam satu waktu. Pada umumnya, kapasitas akan muncul dalam dua satuan utama seperti berikut.
- kVA (kilo Volt Ampere) = daya total (daya semu)
- kW (kilo Watt) = daya nyata yang benar-benar dipakai perangkat
Dalam kebutuhan event, Anda tidak bisa sekedar menebak. Karena videotron termasuk perangkat yang sensitif terhadap listrik, Anda harus menghitung kapasitas genset secara tepat agar tidak terjadi drop tegangan atau overload.
Apa Itu kVA dan Watt/kW?
Dalam perhitungan daya listrik videotron, Anda akan sering menemui istilah kVA dan watt. Namun, tahukah Anda bahwa dua hal tersebut berbeda? Mari simak pengertiannya di bawah ini.
1. kVA (Kilo Volt Ampere)
kVA adalah satuan untuk mengukur daya tampak (apparent power). Artinya, angka kVA mencerminkan total kapasitas listrik yang disiapkan oleh genset.
kVA biasanya digunakan untuk menentukan ukuran genset dan menghitung kemampuan suplai daya keseluruhan. Karena itu, dalam perhitungan kapasitas, angka kVA menjadi acuan saat memilih unit genset.
2. Watt dan kW (Kilo Watt)
Sementara itu, watt atau kW adalah daya aktif yang dipakai alat listrik. Videotron bekerja menggunakan daya aktif 1 kW = 1.000 watt. Jika videotron membutuhkan 24.000 watt, berarti bebannya sekitar 24 kW. Nilai inilah yang nantinya Anda konversi untuk menentukan kapasitas genset untuk videotron.