Saat merancang tampilan visual untuk kebutuhan bisnis, orientasi layar sering kali jadi hal yang luput untuk dipertimbangkan. Banyak pebisnis hanya fokus pada konten, tapi lupa bahwa cara menampilkannya juga tak kalah penting. Memilih antara digital signage portrait vs landscape bisa membantu strategi komunikasi yang lebih efektif.
Pasalnya, orientasi layar yang tepat bisa mempengaruhi cara audiens menangkap pesan dan informasi yang disampaikan. Oleh sebab itu, penting memahami perbedaan antara kedua orientasi layar tersebut melalui artikel ini!
Apa Itu Digital Signage?
Definisi digital signage atau layar digital adalah teknologi modern untuk menampilkan pesan dan informasi pada audiens melalui layar elektronik. Anda bisa melihat layar digital ini di berbagai tempat umum, seperti bandara, jalan raya, stasiun, toko, restoran, mal, dan lain sebagainya.
Ada dua jenis orientasi layar digital yang biasa digunakan, yaitu portrait dan landscape. Sederhananya, orientasi portrait adalah orientasi layar berbentuk vertikal atau tinggi ke atas. Sedangkan orientasi landscape adalah orientasi layar berbentuk horizontal atau lebar ke samping.
Perbedaan Digital Signage Portrait vs Landscape
Anda perlu mengetahui perbedaan digital signage portrait vs landscape agar bisa memilih dengan baik. Pasalnya, orientasi layar digital yang tepat bisa meningkatkan estetika sekaligus mempengaruhi efektivitas komunikasi dengan audiens. Simak berbagai perbedaannya berikut ini!
1. Desain
Sebagian orang cenderung memilih layar landscape karena lebih familiar dan fleksibel dalam penggunaannya. Format ini menawarkan ukuran yang beragam, sehingga cocok untuk banyak jenis ruang. Selain itu, tampilan layar landscape mirip dengan televisi pada umumnya, sehingga terasa lebih natural dan menarik bagi audiens.
Berbeda dengan desain portrait yang sering diasosiasikan dengan bentuk reklame atau poster. Orientasi landscape memberikan kesan modern dan dinamis, terutama saat menampilkan video atau informasi berdimensi lebar.
2. Kegunaan
Layar digital berorientasi portrait umumnya digunakan di tempat-tempat dengan ruang vertikal terbatas. Contohnya seperti pintu masuk toko, lorong-lorong, atau dekat lift. Format orientasi ini sangat cocok untuk menampilkan konten berbentuk daftar, misalnya pengumuman acara, penunjuk jalan, informasi arah, atau menu restoran.
Sedangkan layar digital berorientasi landscape sering digunakan di ruang publik yang luas, seperti ruang tunggu, lobi, atau pusat perbelanjaan. Formatnya yang lebar mendukung tampilan yang lebih luas. Cocok digunakan untuk menyampaikan informasi yang lebih kompleks dan variatif.
Berdasarkan penelitian, layar berorientasi landscape lebih mudah diingat oleh audiens daripada layar berorientasi portrait. Pasalnya, orientasi landscape lebih mendekati bidang pandang manusia yang cenderung lebih lebar daripada panjang.
3. Fungsi
Secara fungsi, layar digital berorientasi portrait berfungsi untuk memberikan kesan fokus dan elegan pada informasi yang ditampilkan. Konten secara vertikal bisa mengarahkan pandangan mata dari atas ke bawah. Sangat cocok untuk memperkenalkan satu produk atau layanan secara mendalam.
Sementara layar digital orientasi landscape lebih informatif dan fleksibel daripada orientasi portrait. Fungsi utamanya untuk menyampaikan pesan visual dalam berbagai format sekaligus. Misalnya video dan teks dalam satu tampilan yang seimbang secara horizontal.
4. Konten
Jenis konten yang cocok untuk layar digital berorientasi portrait yaitu teks panjang, menu makanan, daftar layanan, dan infografis. Namun, judul yang panjang terasa kurang cocok karena bisa menghabiskan beberapa baris, sehingga kurang menarik. Tapi, judul tidak harus selalu panjang untuk menarik perhatian audiens.
Sedangkan layar digital berorientasi landscape cocok dengan konten multimedia yang lebih variatif. Contohnya iklan berdurasi panjang, video presentasi, berita berjalan, dan lain sebagainya. Orientasi landscape memberi ruang yang lebih luar bagi elemen visual yang dinamis dan interaktif.
Biasanya, pemilihan orientasi layar digital disesuaikan dengan format konten. Jika formatnya lebih bagus portrait, maka gunakan portrait, begitu pula sebaliknya.
Pilih Orientasi Landscape vs Portrait?
Setelah mengetahui perbedaan layar landscape vs portrait, Anda pasti bingung mana yang cocok dengan strategi pemasaran bisnis Anda? Berikut ini adalah panduan dalam mempertimbangkannya.
1. Lokasi Penempatan Layar
Lokasi penempatan jadi poin penting dalam memilih orientasi portrait atau landscape. Jika ruang Anda lebih lebar dan terbuka, maka orientasi landscape akan lebih cocok karena memberikan lebih banyak ruang untuk menampilkan konten yang dinamis. Sedangkan orientasi portrait lebih cocok untuk ruang yang lebih terbatas.
2. Jenis dan Format Konten
Selain lokasi penempatan, Anda juga harus memperhatikan jenis dan format konten. Konten berbentuk video atau animasi lebih cocok dengan layar landscape. Pasalnya, kebanyakan video berbentuk landscape, bukan portrait. Sementara konten menu atau infografis, cocok dengan layar portrait agar terkesan lebih fokus.
3. Tujuan Pesan
Layar landscape cenderung lebih mudah menarik perhatian karena sesuai sudut pandang mata manusia. Namun, jika ingin menampilkan pesan yang lebih spesifik, maka layar portrait juga cocok untuk dipilih.
Hal-Hal yang Harus Diperhatikan Saat Membeli Digital Signage
Selain mempertimbangkan orientasi digital signage portrait vs landscape, Anda juga perlu memperhatikan hal lainnya untuk memaksimalkan strategi pemasaran. Simak hal-hal lain yang perlu diperhatikan saat membeli layar digital berikut ini.
- Kualitas Layar: Hal ini berkaitan dengan ekspektasi waktu aktif dan jumlah tampilan dalam satu siklus. Jika Anda menginginkan layar beroperasi 24/7, maka pilih layar kelas komersial, bukan kelas konsumen.
- Skala Pemasangan: Misalnya, Anda menginginkan satu layar yang menampilkan banyak gerakan dan warna, atau banyak layar dengan konten berbeda-beda.
- Jarak Pandang: Hal ini berkaitan dengan piksel pada layar. Semakin banyak pikselnya, maka jarak pandang akan semakin jauh.
- Pengalaman Audiens: Anda bisa mempertimbangkan pengalaman audiens, seperti ukuran, pemasangan, kecerahan, dan lain sebagainya.
Rekomendasi Digital Signage Portrait vs Landscape Terbaik
Orientasi portrait maupun landscape sama-sama bagus jika Anda pilih sesuai dengan kebutuhan. Tak kalah penting dari memilih orientasi layar, Anda wajib memilih produk yang berkualitas agar strategi bisnis berjalan dengan maksimal.
Jika tertarik untuk memasang layar digital berorientasi portrait, maka Anda bisa memilih produk digital signage berupa DigiSIGN Interactive Slim Floorstand. Namun, jika Anda ingin memasang layar digital berorientasi landscape, maka Anda bisa memilih Hisense.
Sudah Tahu Perbedaan Digital Signage Portrait vs Landscape?
Digital signage portrait vs landscape memiliki perbedaan dari desain, kegunaan, fungsi, maupun konten. Jika sudah menentukan ingin menggunakan layar yang mana, jangan lupa memilih produk dari Central LED. Ada banyak pilihan layar digital berkualitas, termasuk standing digital signage, untuk berbagai acara maupun kebutuhan bisnis.
Selain itu, Central LED juga punya tim teknisi berpengalaman yang membantu memasang layar di tempat yang Anda inginkan. Jangan ragu lagi, segera pesan layar digital di Central LED dengan menghubungi tim marketing kami di nomor WhatsApp yang sudah tersedia.
FAQ
Apa itu digital signage?
Teknologi modern untuk menampilkan pesan dan informasi pada audiens melalui layar elektronik.
Apa bedanya antara layar berorientasi portrait dan landscape?
Perbedaan utamanya adalah posisi layar yaitu portrait atau tinggi dan landscape atau lebar. Selain itu, ada perbedaan dari segi kegunaan, fungsi, dan konten-kontennya.
Lebih bagus layar landscape vs portrait?
Keduanya sama-sama bagus, tergantung kebutuhan Anda. Namun, kebanyakan orang menggunakan orientasi landscape karena sesuai sudut pandang manusia.
Berapa harga digital signage?
Tergantung ukuran layar, resolusi, dan teknologi layar. Biasanya harganya di atas Rp10.000.000,00.